Jumat, 30 Desember 2016

Cerita Waktu

pertama
dan hari itu sempurna
kau tabur senyum saat berjumpa
kau sambut uluran saban langkah

kedua
gerimis membeku kaku
pencarian itu hambar,
membisu tak bergetar.
masih syahdu bercampur hujan

ketiga
gerimis lebat menguat
tas kosong dan teriakan itu mengarahkanku
sekelebat hujan menghilang
tas bertumpukan dan mulai mengalir
perlahan

keempat
gerimis mulai lari
alunan musik mulai menari.
satu persatu
masih beku

kelima
gelap, padat, merayap
sekelebat cahaya beriringan, rapih
kursi dibelakang, mulai menyahut
mengalun lagu bak mentari
sebelah kanan, ada magnet pada tiap lirik

keenam
sepi, sunyi nan syahdu
nyanyian-nyanyian itu mulai lelah
berganti mimpi satu persatu

ketujuh
satu kursi masih riuh
bersahutan alunan lagu-lagu : sampai diperhentian itu

kedelapan
aku melihatnya bukan dari foto
aku menemukanmu bukan dari foto

kesembilan
aku, kamu dan dia
aku, kamu dan mereka
aku, dia dan kamu

kesepuluh
terimakasih atas semua
ceritamu teramat romantis

Minggu, 28 Juni 2015

Terlelap lah, Nayla yang lucu

Terlelap lah
dan biarkan duka lara melebur . . .
mengalir terbawa hujan
hingga larut terbawa esok .

Tersenyumlah
pada embun yang bersahaja . . .
pada udara yang menyejukkan .
pada ayah, ibu, kakak dan adik

dan tak lupaa . . .
pada nayla yang lucu .